Make your own free website on Tripod.com
 

 

 

 

 

SAJAK-SAJAK HASYUDA ABADI

16 September yang Kukenang

Adekdota Pak Usu Dari Desa

Aib

Airmata Ini

Akar Cahaya  

Akar Percakapan

Aku Penyair 

Aku Tak Mengenal Pasir

Amanat Pemimpin Besar

Amarah Sebuah Helah

Anak-anak Mongel

Anekdota Pak Usu Dari Desa  

Anggap Siapalah Kamu  

Antarakroni

Anugerah

Apabila Melakukan Kesalahan

Apabila Rebah

Api  

Api Berakar di Dada

Api Dalam Benak

Api Kinabalu  

Azam

Bacakan Perang Itu

Bagaimana Melupakan Dosa

Baju Anyaman Mama

Beberapa Fikir yang kutemui

Beberapa Hari Sebelum Menyambut Hari Kemerdekaan

Berada di Luar Rumah Diri

Berlabuh di Alur Teduh

Bertamu di Jakarta

Biarkan Si Luncai Terjun!

Bicara Kepada Kekasih

Bicara Seenaknya

Bila Ada Senyum

Bukan Busana

Bukan Selesai di Sini

Bunyi Tersimpan Sunyi

Burung-burung Biru Di Dahan Ru  

Buta

Cahaya

Cemburu

Cermin

Cintakanmu

Cintanya Terhadap Tanai Air Yang

Citra Buah Rindu

Citra Orang Berdosa

Citra Sepi Kepada Masni

Citra Si Tukang Kipas

Citra Warta Tatkala Tersiat Makna Cintanya Tergadap Tanah Air yang Tercinta

Dalam Cahaya Bulan

Dangau Seribu Makna

Dangdut Ya

Dari Kamar Sebuah Rindu

Dari Pintu Taubat Nasuha

Datang

Datang Kembali

Datang Kepadanya

Demi Cinta

Demi Subur Bumi

Dengarlah, Percakapan Diamku

Di Ambang Bohsia

Di atas Pelamin Iman Kusebut Nama

Di Bawah Lingkaran Musyaf

Di Buli Sim-sim

Di dalam Mimpi

Di Hadapan Kertas Kerja

Di Kota Sepi  

Di Kundasang Kucari Api

Di mata Kipas

Di Pantai Permainan Kami  

Di Pasar

Di Perlembahan Kekasih

Di Puncak Fikrah

Di Puncak Gua Tenang

Di Sebalik Cermin Kemenangan

Di Sebalik Kekerdilan

Di Sebuah Tadika Mempelajari Kata Aib

Di Sebuah Taman Tadika Mempelajari

Di Sela-sela Jejari Hipokrit

Di Sisi Badai

Di Suatu Perhentian Lain

Di Tanah Air Orang

Di Tanah Air Orang

Diam

Diam dari Kekasih

Diam Dini Jumaat

Diaspora Cinta Hasyuda

Doa Orang yang Berada Jauh

Dongeng Kecil Si Kancil

Dongeng Kerusi

Dosa-dosa Meriuh

Embun

Embun Muharram  

Emosi Meronta

Gelombang Bara

Gelora Laut Kalbuku  

Gempar Bandaraya Kota Kinabalu

Getar Penyair

Gumam

Gurindam Kemerdekaan

Hanya Kata Rindu

Hanyalah Engkau

Hari-hari Lampau Adalah Lampu

Hijjrah Diri

Hipotesis

Ikrar Warga Berjasa

Ilusi

Impian Bintang

Inflasi

Jalan Pulang

Jati Diri Bangsa

Jejaka Perasan

Jerebu

Juara

Kakaktua

Kami Dalam Demokrasi

Kata A-I-B

Kau Melukis Bunga

Keagungan

Keakraban Hari Pertama

Kealpaan Untuk Suatu yang Kumula Kenangi

Kejelitaan Cinta

Kelambu

Kemanusiaan

Kembalikan Kenangan Itu Kepadaku

Kembara Di Dalam Cahaya 

Kemenangan Diam

Kemerdekaan

Kemerdekaan: Manifestasi Menganyam Wawsan

Kenangan

Kenangan ii

Kerikil

Kertas, Pena dan Jam

Kertas, Pena dan Jam  

Kesilapan  

Ketika Embun Gugur Dari Langit

Ketika Memandang Bulan Aku di Jendela Rindu

Ketika Waktu Hujan

Ketukan!Ketukan!

Khabar dari Kalbu

Khurafat Jam Dua Belas

Kipas

Kipas di Tangan

Kontradisksi Dunia Bara

Kota Kenangan

Kuaci  

Kucari yang Ketiga

Kunci 

Kunjungan

Kunjungan Kedua

Kunjungan Keempat

Kunjungan Ketiga

Kupu-kupu Di dalam Dewan

Kutemui Kesedihan di Jakarta

Lakonan

Lambaian Keakraban

Lebur Bagai Debu

Lipas

Lirik Fajar Cinta

Luka Sengketa

Mangsa

Mari ke Dalam

Mata Wang

Mawar Tak Akan Layu

Meditasi

Memahami Kudrat

Memahami Pertanyaan

Memahami Rindu

Memandang Cermin, Sungai dan Waspada

Membaca Puisi Hari Kemerdekaan

Memberi Cinta

Memelihara Kegembiraan

Memerdekakan Empayar Peribadi

Memerdekakan Kesedihan

Memerdekakan Perasan Seorang Sutradara

Memerdekakan Persoalan

Memerdekakan Rintihan

Memesrai Gelora Diri

Memilih Aku

Memilih Persahabatan

Memiliki Peribadi

Memperkasa Peradaban

Menanti Kepulangan kekasih

Mencari Keberanian Yang Lain

Mendekati Desa

Mengaca Kembara  

Mengagumi Kejelitaan

Mengakrabni Sentuhan yang Diam

Mengalami Sesuatu Yang Baik

Mengaminkan Doa Panjang Hari Kemerdekaan

Menganyam Diam

Mengapa Harus Berterima Kasih

Mengarca Rahsia

Mengawet Kebebasan

Mengembalikan Segala Kata

Mengenal Makna

Menghantar Surat

Menghidu Bisikan Api

Menikahi Hujan

Menimang Cahaya Mata

Menjadi Kecil

Menjadi Mahathir

Menjana Puisi

Menjaring Rindu  

Mentafsir Tanah air

Menterjemah Kepercayaan

Menterjemah Renungan

Menuju Rumah Tuhan

Menulis Diari 

Menulis Diari ii 

Menyambut Lambaian Kami Datang

Menyapa Kasih Abadi

Menyimpan Bahagia

Merasa Jauh

Merenung Hijau

Merinda Kebenaran Menganyam Kejujuran

Misteri Cinta

Monolog Muhasabah

Muhasabah Luka

Mungkinkah Kerana Kesilapan

Novel Kemerdekaan

Nurul Sakinah

Nyanyi Asmara Angin

Nyanyi Kegalauan

Pada Beberapa Ketika yang Lain

Pada Wajah yang Lain

Pada Waktunya Berada

Pekerja Impor

Pemandangan dari Stesen Akal yang Jauh

Pemandangan di Pramukaraya

Pemandangan Ruang Tamu Rumah Kami

Pencuri

Pengalaman Cermin Kehidupan

Penghargaan Kepada Ayah

Penghargaan kepada Mama

Penghargaan Sebuah Persahabatan

Penghujung Senja

Penjaga Gua Tenang

Perburuan

Percakapan Tentang Debu-Debu  

Percakapan Tentang Duri  

Permai Di Angkasa  

Persalaman

Persetiaan

Pesan kepada Muhammad Yazin daripada Ayah

Pesan kepada Syahfierah daripada Ayah

Pesan kepada Syahzierah daripada Ayah

Pijar Kilau Keris

Politik Wang

Politik Wang

Potret Istana

Puisi Ini Kutulis Sewaktu Hujan Kering

Puisi Pendek kepada Uthaya

Pulang

Qiam

Rahsia Diri

Rayuan Hari Pahlawan

Rindu

Rumah Impian Itu Hanya

Rumah Ini Tiada Apa-apa Lagi

Rumah Usiaku

Saat Menjamu Jemu  

Saat Yang Mengakrabkan

Saat yang Penghabisan ini

Saat yang Penghabisan Ini (ii)

Sahabat

Sahara

Sajak Buah Kekasih

Sajak Itik

Sajak kepada Anak-anak Ayah

Sajak Kepada Isteri  

Sajak Seadanya Buat Bangsa

Sajak Seadanya Tentang Kepala

Sajak Untuk Isteri

Sajak yang Bermaksud

Salam Buat Kekasih

Sangkar

Sari Kepulangan

Satu di dalammu, kekasih

Saudara Belum Membalas Warkah Persahabatan Itu

Sebelum 41

Sebentar lagi Ketika Kita Tahu

Sebuah Antologi

Sebuah Baru

Sebuah Forum

Sebuah Jatidiri yang Pergi

Sebuah Pertemuan di Petagas

Sebuah Sajak Waktu Merindu

Sebuah Taman

Sedikit Citra Kepada Amerika

Segaris Senyum  

Segugus Kasih Ramadan

Sehabis Pilihan Raya

Selamat Pagi Mawarku

Selamat Pergi

Selamat Tinggal Puncak

Selepas 41

Selepas Bertanya

Selepas Empatbelas Abad

Semasa Menanti  

Senyap Penyunjung Taman

Seorang Tua

Seribu Jun Menghembuskan Nafas

Setelah Kini

Setia

Siapa Kata Begitu Mudah

Sketsa Perpindahan

Spektrum Semporna Waktu Senja

Suara Orang Bukit

Suatu Waktu Berhadapan Dengan Sajak  

Sungai Padas coretan kehidupan

Sunyi Kebodohan Itu

Sunyi Sari Sepi

Syair Cinta

Tak Ada, Dayang

Tak Berupaya

Tak Gemar Ini Tak Suka

Tak Pernah Siapa Kauberikan Makna Rindu

Tak Terbuka

Tak Terfikir Pak Menteri

Tanggapan

Tatkala Berada Papda Sebuah Jambatan

Tatkala Datang Musim Senja

Tatkalan Diminta Memilih

Tekad di Mata Pisau

Tentang Kegawatan

Tentang Pintu dan Kemerdekaan Penyair

Teori Robocop

Tercinta  

Tin Kosong Sebuah Lagu

Tragedi Sungai Buloh

Tuan

Ucapmu Sekilau Cermin

Utopia

Wajah Hati

Wakil Rakyat

Wanita, Bunga dan Rama-Rama  

War-war Kemarahan

yang Kupandang ialah Pemikiran

Yang Lumrah

Yang Tak Jadi Berangkat